Menurut ilmuwan setempat unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi
Misteri Hujan Berwarna Merah di India (Hujan Darah)
Misteri memang tidak pernah punah dari dunia ini. Kini, mari kita ungkap misteri hujan darah di India ini dengan sains. Anda semua juga bisa melihat video hujan darah India ini di bagian paling bawah!
Inilah penjelasan hujan darah atau hujan merah ini
Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !
Menurut ilmuwan setempat unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi
Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.
Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.
Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.
Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.
Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari Gurun Sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup.
Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.
Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.
Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.
Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.
Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.
Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor.
McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit.
36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19.
McCafferty mengatakan, "Kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja."
Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.
Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.
Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles Darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis 'luar bumi'.
"Ketika itu, kejadiannya sekitar juli 2009. awan mendung menghiasi langit pangalengan, tiba2 hujan pun terjadi. dalam 5 menit hujan itu berlangsung normal dan tidak terlalu deras, namun setelah itu tiba-tiba airnya berubah menjadi merah. saya kira itu hal biasa tetapi kok lama-kelamaan jadi seperti darah? Hujan darah itu berlangsung selama kurang lebih 1 menit dan setelah itu hujanpun mereda. Serentak warga pun keluar rumah dan heran dengan apa yang terjadi. Mereka menyimpulkan bahwa hal itu adalah hal gaib. Sayapun sama. Warga sempat ketakutan dan keesokan harinya warga langsung mengadakan 'hajat buruan'. Selengkapnya lihat di sini (http://rajaforum.com/thread-58.html)
Fenomena Alam: Hujan Ikan, Hujan Katak, Hujan Ular
Kalau ada yang mengatakan hujan, yang terpikir dan terbayang oleh banyak orang adalah hujan air, hujan es atau yang paling ekstrim hujan batu yang mungkin terjadi karena ada gunung meletus dan lain sebagainya. Namun pernahkah anda tahu, kalau di beberapa negara ada hujan katak, hujan ikan, hujan ular?
Seperti diberitakan di erabaru, pada 1578, tikus kuning besar berjatuhan dari langit di atas Bergen, Norwegia.
Pada Januari 1877, prestisius ilmuwan Amerika mencatat adanya hujan ular yang ukurannya mencapai 20 inci di Memphis, Tennessee.
Pada Februari 1877, serpihan benda berwarna kuning berjatuhan di Penchloch, Jerman. Benda tersebut dilaporkan memiliki ukuran tebal, beraroma dan melesat seperti anak panah, bijih kopi serta bulatan cakram.
Pada Desember 1974, hujan telur rebus terjadi selama beberapa hari pada sebuah sekolah dasar di Berkshire, Inggris.
Pada 1969, hujan darah dan daging terjadi di sebagian besar wilayah Brasil.
Pada 1989, boneka kayu dengan kepala terbakar atau terpotong jatuh dari langit di atas kota Las Pilas, Cantabria.
Pada 2007, hujan anak katak terjadi di Alicante, Spanyol dan hujan laba-laba turun di Cerro San Bernardo, Salta, Argentina. Seorang pembaca Epoch Times telah mengambil foto dari peristiwa tersebut.
Pada 31 Juli 2008, hujan darah (laporan yang telah ditetapkan berdasarkan analisa laboratorium) di kota Choco, Kolumbia.
Hujan Ikan di Australia
Sebuah laporan Northern Territory News telah memberikan bukti bahwa makanan yang jatuh dari langit lebih dari sekedar legenda. Dilaporkan bahwa pada 25 dan 26 Februari, hujan ikan terjadi di Lajamanu, Australia, 200 mil dari pantai.
Ikan tersebut yang diyakini sebagai jenis ikan kecil putih bernama Spangled Perch, yang umumnya terdapat di Australia bagian utara. Menurut Balmer, ikan itu masih hidup ketika berjatuhan.
Beberapa penduduk dari Lajamanu, Maningrida dan Hermannsburg telah mengungkapkan pengalaman mereka tentang hujan ikan tersebut kepada Northern Trreitory News. Salah satu dari mereka mengatakan, ketika ia masih kanak-kanak, sejumlah temannya pergi memancing di sebuah oval (lapangan sepak bola Australia) saat terjadi hujan ikan.
Penduduk desa Yoro, Honduras, telah terbiasa mempersiapkan wadah seperti ember dan baskom untuk menadah hujan ikan yang turun dari langit setiap tahun antara bulan Mei dan Juli.
Meskipun tidak ada kasus lain sebagai siklus dan terjadi berulang-ulang seperti di Yoro, hujan hewan air, amfibi dan lainnya yang lebih aneh telah terjadi di wilayah lain.
Ilmuwan AS, Charles Fort (1874-1932) selama bertahun-tahun mempelajari terjadinya hujan aneh. Ia mengumpulkan sekitar 60.000 kliping dari surat kabar, majalah serta sumber lain tentang sejumlah kejadian luar biasa. Sepanjang karirnya, Fort berhasil mencatat berbagai fenomena hujan seperti hujan koin, ular, perangko China kuno, darah, katak, serangga, kapas, minyak dan zat cair.
Staf senior Biro Meteorologi Australia, Ashley Patterson seperti dikutip Northern Territory News, mencoba menjelaskan terjadinya hujan ikan di Australia. Teorinya tidak jauh berbeda dari sejumlah ilmuwan yang meyakini bahwa ikan kemungkinan disedot ke awan oleh twister, waterspout atau tornado, yang dibawa oleh awan, kemudian jatuh seperti hujan.
"Kencangnya gulungan angin ke udara, [ikan dan air dapat ditarik] hingga 60.000 atau 70.000 kaki," ujar Petterson. "Atau [hal itu] kemungkinan terjadi akibat tornado pada perairan---namun kami belum memiliki laporan,"
Akan tetapi, sebagian besar kasus, teori ini nampaknya tidak menjelaskan mengapa hanya hewan atau benda tertentu yang jatuh dari langit. Mengapa arus angin mampu mengangkat benda seperti katak dari sebuah danau tanpa menyertakan air, lumpur, ganggang maupun spesies lain dari ekosistem yang sama?
Penjelasan tersebut menjadi kurang masuk akal ketika seperti dalam kasus hujan ikan di Australia, di dekat area itu tidak ditemukan danau, laut maupun sungai dan tidak pula terjadi badai maupun tornado yang tercatat pada saat atau selama beberapa hari sebelumnya.
Sebagian juga mencoba menjelaskan sebagai hujan buatan manusia dari sebuah pesawat tanpa sepengetahuan siapapun.
Dalam banyak kasus, orang-orang cenderung menghubungkan fenomena tersebut akibat eksperimen makhluk asing atau dimensi persimpangan, di mana kejadian itu tiba-tiba muncul maupun lenyap dari langit. Dalam beberapa kasus, fenomena ini telah di sangakal.
Hingga kini, hujan material itu sudah tidak diragukan lagi, karena peristiwa ini telah tercatat dalam sejumlah dokumen seperti Alkitab serta dalam tulisan-tulisan Mesir kuno.
Apakah ini penyedot air yang selektif? Apakah merupakan fenomena cuaca yang dapat dijelaskan secara sempurna? Apakah ini merupakan isyarat para Dewa? Apapun masalahnya, pada masa mendatang bila langit nampak gelap sebaiknya anda berhati-hati; mungkin saja hal tersebut bukan hujan air.
Batu-batu di permukaan danau kering ini bisa berpindah tempat yang disertai jejaknya
Batu berjalan di Racetrack Playa (geology.com)(geology.com)
VIVAnews -
Pernah dengar misteri batu meluncur atau batu berjalan? Ya, batu
berjalan menjadi salah satu misteri yang paling menarik dari Death
Valley National Park, tepatnya di danau kering Racetrack Playa,
California-AS. Batu berjalan itu dapat ditemukan dengan mudah di
permukaan Playa dengan jejak panjang di belakangnya. Bagaimana
mereka dapat bergerak atau berpindah masih menjadi misteri besar di
benak para peneliti. Pasalnya, batu yang berjalan tidak hanya batu kecil
yang mudah tertiup oleh angin. Ada beberapa batu besar dengan berat
ratusan kilogram yang juga turut "jalan-jalan". Pertanyaan
besar yang tentu saja akan muncul kemudian: bagaimana cara mereke
bergerak? Ini menjadi tantangan besar bagi para peneliti. Mengapa
fenomena ini menjadi misteri? Karena, tidak ada satu orang pun yang
pernah melihat ia berjalan. Sampai
hari ini, faktanya adalah tidak ada seorang atau satu organisasi pun
yang mengetahui bagaimana batu-batu itu bisa berpindah tempat, meski
beberapa orang sudah mempunyai penjelasannya masing-masing menurut
nalar. Menarik untuk disimak. Tapi,
sebelumnya, sekadar diketahui apa dan di mana Racetrack Playa.
Racetrack Playa adalah danau kering yang datar dengan panjang empat
kilometer dan lebar sekitar dua kilometer. Terletak di California-AS,
permukaannya terdiri dari batuan sedimen yang terbuat dari lumpur dan
tanah liat. Iklim
di daerah ini juga kering. Hujan hanya terjadi beberapa inci per tahun.
Namun, saat hujan, pegunungan terjal yang mengelilingi Racetrack Playa
akan menyuplai air ke permukaan danau dan menyulapnya menjadi danau
dangkal yang sangat luas. Sayangnya, ini hanya bertahan beberapa hari
saja. Setelah itu, dalam keadaan basah, permukaannya berubah menjadi
lumpur yang lembut dan licin. Ada
beberapa asumsi atau penjelasan tentang mengapa batu-batu di Racetrack
Playa dapat berjalan. Semua penjelasan tersebut masuk akal. Bisa jadi
Anda setuju dengan salah satunya. Namun, sampai saat ini belum ada yang
dapat membuktikannya bersama-sama secara ilmiah. Apakah mereka digerakkan oleh manusia atau hewan? Jejak
yang terbentuk di belakang batu menunjukkan bahwa batu-batu berjalan
itu berpindah saat permukaan Racetrack Playa masih ditutupi dengan
lumpur yang sangat lembut. Dan, di sekitar jejak batu, tidak ada lumpur
yang rusak akibat jejak makhluk hidup lainnya. Artinya, sangat kecil
kemungkinan batu tersebut dipindahkan oleh manusia dan hewan. Apakah mereka digerakkan oleh angin? Ini
penjelasan paling favorit dan dipilih banyak orang karena dinilai
paling mungkin. Bukan asal tebak atau sekedar menerka-nerka. Tapi, jika
dipelajari dari jejak batu yang berjalan, arahnya sejajar dengan arah
angin yang berhembus di Racetrack Playa, yakni dari barat daya ke arah
timur laut. Hembusan
angin kencang diperkirakan mampu menyenggol batu sampai berpindah
tempat. Kurva pada jejak batu tersebut dibentuk oleh pergeseran arah
angin yang membawanya, karena interaksi angin dan batu tidak teratur. Apakah mereka digerakkan oleh es? Beberapa
orang mengaku sempat menyaksikan Racetrack Playa tertutup oleh lapisan
es tipis. Idenya, air membeku di sekitar batu. Lalu, angin berhembus di
atas permukaan es dan menyeret lapisan es berikut batu yang tertancap di
permukaan es. Beberapa
penelitian telah menemukan jejak sangat kongruen pada beberapa batu.
Namun, seharusnya pengangkutan lapisan es besar diharapkan meninggalkan
tanda para permukaan Playa. Sampai saat ini, tanda tersebut belum bisa
dibuktikan. Mungkin
Anda setuju dengan salah satu dari beberapa penjelasan di atas. Atau,
tidak ada salahnya jika Anda mempunyai penjelasan lain yang berbeda.
Tetapi, mungkin cerita ini akan tetap menarik jika jawabannya tidak
pernah diketahui dan menjadi misteri.
http://terselubung.blogspot.com. Sisi lain bumi kita mungkin adalah Pulau Socotra.
Tempat eksotis yang misterius ini menyimpan berbagai kendahan yang
berbeda dari berbagai tempat di belahan dunia lainnya. Suasana maupun
tumbuhannya akan membuat anda serasa bukan sedang berada di bumi. Inilah
fenomena Pulau Socotra yang ke-eksotisan-nya menyimpan suatu fenomena
yang misterius.
Sekilas mengenai Pulau Socotra
Pulau Socotra
Mungkin
sebagian dari kalian sudah pernah mendengar tentang pulau ini. Pulau
Socotra terletak di negara Yaman dengan luas 3796km persegi. Sekilas
kita akan menganggap pulau ini seperti pulau biasa, tetapi jika kalian
berada di pulau itu, percayalah, kalian akan merasa seperti berada di
planet lain. Pulau yang berpenduduk sekitar 42ribu lebih ini memiliki
keunikan tersendiri di banding pulau-pulau lainnya yang akan saya bahas
nanti.
Sejarah pulau Socotra Nama socotra berasal dari bahasa sansekerta, 'sukhadhara dvipa' yang berarti "pulau kebahagiaan".
Menurut sejarah, penduduk pulau socotra telah memeluk Kristen sejak
tahun 52 setelah masehi. Pada abad 10, seorang ahli geografi Arab yang
bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani menyatakan bahwa pada
masanya, penduduk Socotra mayoritas memeluk agama Kristen. Konon mereka
juga telah mempraktekkan ritual sihir kuno. Pada tahun 1507, armada
Portugis mendarat di pulau ini. Tujuan mereka adalah untuk menghentikan
perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudra Hindia serta untuk
menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut. Namun,
invasi Portugis ini tidak berjalan mulus karena penduduk setempat
menentang mereka. Pada tahun 1511, pulau ini dikuasai oleh Kesultanan Mahra.
456 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 November 1967, Pulau
Socotra menjadi bagian dari Republik Rakyat Yaman Selatan yang pada saat
ini telah berubah menjadi Republik Yaman. Geografi dan Iklim Pulau
Socotra termasuk tempat yang paling terisolasi di dunia. Sebenarnya
Socotra merupakan sebuah kepulauan. Pulau Socotra sendiri merupakan
pulau utama, sedang 3 pulau kecil lainnya bernama pulau Abd Al Kuri, Pulau Samhah,danPulau Darsa. Puncak tertinggi di Pulau Socotra adalah pegunungan Haghierdengan ketinggian 1500m dari permukaan laut. Iklim di pulau ini diklasifikasikan sebagai iklim koppen dengan suhu tahunan rata-rata diatas 18 derajat Celcius. Flora dan Fauna Inilah
yang membuat pulau ini begitu terkenal akan keeksotisannya, sekaligus
menjadi misteri tersendiri. Karakteristik iklim dan geologi pulau ini
yang unik menjadikan flora-flora yang tumbuh di pulau ini unik dan
langka. Bahkan floranya termasuk tumbuhan endemik, jadi tumbuhan
tersebut hanya ada di pulau Socotra. Ada pula beberapa tumbuhan yang
terancam punah hidup di pulau ini. Flora dengan bentuk aneh seperti pohon Darah Naga(Dracanea Cinnabari) menjadi
ikon khas pulau ini. Konon getah pohon ini digunakan penduduknya
sebagai obat dari segala penyakit. Flora unik lainnya adalah tanaman
raksasa Dorstenia,Dendrosicyos, pohon Delima Socotra yang langka (punica protopunica).
Pohon Darah Naga
Naga berdarah-darah
Dorstenia Socotra
Disisi fauna, pulau ini juga memiliki spesies burung endemik seperti Socotra Starling Onychognathus Frater, Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri, Socotra Sparrow Passer Insularis,dan Grosbeak Socotra Rhynchostruthus Socotranus. Ada juga Burung Penyanyi Socotra, incana incana.
Kelelawar adalah satu-satunya mamalia asli pulau Socotra. Pulau ini
juga memiliki spesies endemik terumbu karang. Akan tetapi hewan-hewan
yang dibawa oleh manusia seperti ayam, kambing, sapi, dll dikhawatirkan
akan merusak flora-flora asli pulau tersebut di masa depan.
Socotra Starling Onychognathus Frater
Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri
Pengakuan Oleh UNESCO Pulau
ini diakui UNESCO sebagai situs warisan alam dunia pada Juli 2008.
Saking seriusnya perlindungan lingkungan di pulau ini hingga tidak
dibangunnya fasilitas bagi pengunjung seperti hotel, restoran, dan
bangunan lainnya meski pulau ini memiliki potensi sebagai tempat wisata
yang luar biasa. Hal Lain Mengenai Pulau Ini Bahasa asli penduduk di pulau ini adalah Bahasa Semit Soqotri yang
hanya diucapkan di pulau Socotra. Terlepas dari keindahan alam Pulau
Socotra, banyak ilmuwan yang tertarik dan meneliti pulau yang memiliki
flora dan fauna yang bisa saya katakan "lain dari yang lain"
ini,he..he..he. Sebagian ilmuwan berpendapat flora dan fauna di pulau
ini merupakan spesies yang hidup di masa lampau dan belum pernah
diidentifikasi sebelumnya. Karena letak pulau yang terisolasi dan
karakteristik iklimnya yang unik, flora dan fauna ini bisa bertahan
hidup hingga saat ini. Demikianlah sekilas mengenai Pulau Socotra,dengan
segala keunikan dan keindahan alamnya, tidak heran jika UNESCO dan
pemerintah Yaman mati-matian mempertahankan kelestarian pulau ini.
Sketsa planet-planet dalam galaksi yang terekam teleskop Kepler.
Para astronom mengatakan mereka
memiliki bukti bahwa sekitar 17 miliar planet yang berukuran seperti
Bumi terdapat di dalam galaksi kita.
Teleskop milik badan ruang angkasa Amerika,
NASA, Kepler digunakan untuk meneliti bintang-bintang yang berukuran
sama dengan Matahari dan menemukan bahwa satu dari enam bintang memiliki
planet berukuran seperti Bumi di orbitnya.
Tim Kepler juga mengumumkan adanya 461 planet baru.
Hasil penelitian itu diajukan dalam Masyarakat Astronomi Amerika di California.
Sejak diluncurkan ke orbit pada 2009, teleskop
Kepler dipasang pada satu sudut di langit dan menangkap lebih dari
150.000 bintang.
Teleskop itu juga mendeteksi cahaya yang meredup dari satu bintang bila ada planet yang lewat di depan bintang itu atau transit.
Orbit selama 85 hari
Francois Fressin, pakar astrofisika dari
Harvard-Smithsonian Centre, yang menemukan planet pertama berukuran
Bumi, mengatakan ada juga planet-planet yang tidak tertangkap oleh
Kepler.
"Kami harus memperbaiki dua hal. Pertama (daftar planet yang ditangkap Kepler) tidak lengkap," kata Fressin kepada BBC.
"Perbaikan kedua adalah ada yang sebenarnya bukan planet namun hanya sekedar konfigurasi astrofisika," tambahnya.
Hasil penelitian para astronom ini menunjukkan
bahwa 17% bintang menjadi tempat orbit planet dengan ukuran 1,25 lebih
besar dari Bumi, dan orbit berlangsung paling lama 85 hari, seperti
halnya planet Merkuri.
Berdasarkan penelitian itu disimpulkan dalam galaksi terdapat paling tidak 17 miliar planet yang berukuran seperti Bumi.
Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130108_iptek_planetbumi.shtml
Senin, 30 Agustus 2010
- Erupsi surya menyirami bumi terus dengan partikel. Letupan gamma
sesekali terjadi. Bagaimana mungkin para astronot Apollo bisa lolos dan
mendarat di bulan?
Mengkritisi
sebuah pencapaian sains merupakan hal yang lumrah. Ia malah merupakan
sebuah kewajiban bagi seorang ilmuan. Walaupun bukan kewajiban bagi
awam, orang awam juga bisa mengkritisi asalkan memiliki argumentasi yang
kuat. Pendaratan Neil Armstrong di bulan misalnya. Jika memang terjadi
bukankah hal ini merupakan pencapaian besar. Tapi kita tidak bisa
percaya begitu saja, bisa jadi hal tersebut rekayasa Amerika.
Gini
loh. Usaha pendaratan manusia di bulan oleh NASA dipicu oleh persaingan
antariksa dalam perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet.
Uni Soviet sudah berhasil menempatkan manusia pertama di luar angkasa,
si Yuri Gagarin itu loh. Amerika Serikat mana?
Sekarang
NASA mengklaim kalau mereka berhasil mendaratkan manusia pertama di
Bulan. Pertama yang ada di pikiran anda, siapa yang pertama kali akan
mengkritik? Tentu saja Uni Soviet toh. Bisa saja Uni Soviet bilang, Ah
itu kebohongan besar! Uni Soviet bukan sembarang negara, ia punya
agen-agen rahasia dan teknologi setara NASA saat itu. Bukankah cukup
mudah bagi Uni Soviet untuk membongkar kebohongan NASA saat itu?
Bukankah mereka yang akan berteriak sampai keluar urat leher bila memang
pendaratan Neil Armstrong di Bulan ternyata palsu?
Ayo meluncur ke Bulan
Kita
sudah jauh sekali dari saat-saat hebohnya berita ini. Juli 1969
merupakan saat dimana sebagian besar pembaca artikel ini belum lahir.
Mungkin saja saat itu publik Amerika Serikat dibungkam sedemikian hingga
kritik dari Uni Soviet tidak ditanggapi, belum lagi masalah
patriotisme. Uni Soviet bisa jadi seperti berteriak di ruang hampa
udara. Tidak terdengar sama sekali.
Sekarang
Uni Soviet sudah runtuh. Tapi beberapa orang yang kritis dan punya
kapasitas untuk mengkritisi mengajukan beberapa kejanggalan. Tujuannya
bisa jadi baik, menunjukkan awam mengenai proses ilmiah itu bagaimana.
Seperti biasa, media dengan cepat segera menyabetnya, dan tersebarlah
berita baru kalau pendaratan manusia di bulan adalah rekayasa NASA.
Cukup
mengesankan memang. Bukti publik mengenai pendaratan di bulan hanyalah
setumpuk foto hitam putih, rekaman pembicaraan, video, batu dan artifak
bulan. Rasanya bukti yang diberikan kurang meyakinkan. Well, foto bisa
dibuat dimana saja, studio misalnya. Aktor bisa saja membuat pembicaraan
berdasarkan skenario seolah mereka astronot. Dan batu bisa saja diambil
dari kutub Selatan.
Lagi pula ada
beberapa keanehan dalam potretnya. Kenapa tidak ada bintang? Bukankah
bulan tidak memiliki atmosfer? Seharusnya banyak bintang toh? Pertanyaan
ini kritis. Tapi ini sama sekali bukan bukti bahwa NASA berbohong.
Cobalah, NASA yang terdiri dari para ilmuan bumi dan antariksa entah
bagaimana bisa lupa meletakkan bintang di foto? Bukankah ini kesalahan
yang konyol?
Baiklah. Bila demikian
mari kita lebih terstruktur. Kita daftarkan beberapa bukti kalau Neil
Armstrong pernah mendarat di bulan dengan cara menyanggah kritisi dari
berbagai pihak.
Peta lokasi pendaratan Apollo 11
Kenapa bisa ada jejak kaki di Bulan?
Bulan
bukanlah tempat tanpa gravitasi. Gravitasi bulan seperenam kali
gravitasi bumi. Walau begitu, lokasi astronot membuat jejak kaki ada di
debu yang halus. Selain itu, bulan tidak memiliki atmosfer. Akibatnya
tidak ada angin yang mampu menyingkirkan jejak yang telah dibuat. Coba
anda ambil debu halus dan taburkan di lantai. Debunya bisa talcum powder
buat bayi. Anda bisa membuat jejak kaki di atasnya. Hal ini karena
partikel menjaga posisinya karena gesekan di antara mereka. Sayangnya,
di bumi ada udara. Dalam beberapa detik, jejak yang kamu buat akan
tersapu angin. Beda dengan di bulan.
Bendera Amerika di bulan terlihat berkibar-kibar, padahal tidak ada angin!
Terlihat
berkibar-kibar? Apa benar? Itu hanya foto loh, bukan video. Bendera
tidak berkibar-kibar dalam foto. Begini saja, anda lihat dua foto ini.
Foto pertama menunjukkan astronot baru selesai memasang bendera dan
memberi hormat. Foto kedua dibuat beberapa detik setelahnya, sang
astronot tidak lagi memberi hormat. Perhatikan benderanya? Posisinya
sama. Bukankah paling tidak ada sedikit perbedaan di benderanya kalau
benderanya berkibar?
Aldrin memberi hormat bendera setelah memancangkannya di bulan (lihat tonjolan kecil di atas helmnya yang merupakan jarinya)
Potret enam detik setelah potret di atas. Aldrin telah menurunkan tangannya. Perhatikan bahwa bendera sama sekali tidak berubah
Terus
bagaimana benderanya bisa berkerut? Perhatikan baik-baik. Ujung bendera
tersebut seperti kaku. Ada sebuah kawat yang dimasukkan ke dalam
kainnya. Kawat ini dibentuk sehingga bendera tersebut, well, terlihat
seperti bendera. Bukannya sebuah papan reklame yang datar. Ini juga
bukan semata estetika. Astronot memasangnya untuk menegakkan bendera
tersebut. Sulit loh merentangkan kain di ruang hampa udara dan
bergravitasi rendah seperti bulan.
Bukankah para astronot tidak akan selamat karena radiasi saat memasuki Sabuk Van Allen?
Sabuk
Van Allen adalah sebuah zona yang diciptakan oleh medan magnet Bumi di
luar angkasa. Sabuk ini berfungsi melindungi Bumi dari radiasi matahari
yang berbahaya (yang gak bahaya bisa lewat). Medan Magnet Bumi
mengumpulkan radiasi ini, dan menjebaknya di lapisan berbentuk sabuk
mengelilingi Bumi. Dari situ namanya disebut sabuk. Pesawat antariksa
bisa rusak bila selama berhari-hari berada di dalam sabuk ini terus
menerus. Pesawat Apollo hanya memerlukan waktu empat jam untuk
menembusnya. Sama sekali tidak berbahaya. Menurut kata Phil Plait, lebih
berbahaya kalau kita mengambil foto rontgen sinar X di dada saat di
Rumah Sakit daripada melewati sabuk Van Allen selama empat jam. Di luar
sabuk ini, radiasi jatuh ke tingkat yang sangat rendah sehingga hanya
berbahaya bila kita bertahun-tahun di sana. Bahkan radiasi sabuk Van
Allen justru merupakan bukti para astronot pernah ke Bulan. Irene
Schneider melaporkan kalau 33 dari 36 astronot Apollo yang terlibat
dalam sembilan misi Apollo untuk meninggalkan orbit Bumi mengalami tahap
awal perkembangan katarak akibat terpapar radiasi sinar kosmik saat
perjalanan.
Bagaimana dengan kamera yang melayang saat modul bulan meninggalkan permukaan? Jangan-jangan ada kameraman tersembunyi.
Kamera
tersebut di kendalikan dari Bumi. NASA tahun 1965 sudah cukup maju
untuk teknologi kendali jarak jauh. Mereka sudah banyak belajar dari
kesalahan. Paling tidak usaha rintisan penerbangan ke bulan sudah sejak
tanggal 17 Agustus 1958. Saat itu Pioneer 0 diluncurkan dan meledak 77
detik setelah lepas landas. Soviet melakukan kesalahan yang sama pada
misi pertama menuju bulan, 23 september 1958 dengan misi Luna 1958A.
Pioneer 1 NASA tanggal 11 oktober 1958 juga tidak mampu mencapai bulan
dan jatuh ke bumi. Soviet kemudian mengirim Luna 1958B keesokan harinya.
Satelit ini meledak begitu lepas landas. Tanggal 8 November 1958,
Pioneer 2 diluncurkan dan gagal lalu jatuh ke Bumi. Giliran soviet
meluncurkan Luna 1958C, tanggal 4 Desember 1958. Satelit ini meledak
setelah lepas landas. Pioneer 3 diluncurkan dua hari kemudian, dan
jatuh. Luna 1 milik soviet tanggal 2 januari 1959 berhasil terbang
dengan baik tapi justru melewati bulan dan terjatuh ke dalam matahari.
Soviet sedikit senang karena walaupun tidak berhasil ke bulan, mereka
berhasil ke matahari. NASA cukup cemburu, dan akhirnya tanggal 3 Maret
1959, NASA meluncurkan Pioneer 4. Ini adalah pesawat tanpa awak pertama
yang berhasil mengorbit bulan. Anda lihat, ada sederetan kegagalan dan
bagi bangsa yang cerdas, setiap kegagalan adalah satu langkah menuju
keberhasilan. Misi luar angkasa pada awalnya selalu diawali dengan
penerbangan tanpa awak, karena kemungkinan gagal sangat besar dan
kematian seorang astronot yang sudah dilatih dengan teknologi dan dana
begitu banyak adalah kerugian besar. Ketimbang membiarkan para astronot
mengendalikan sendiri pesawat ke luar angkasa, para insinyur berusaha
dengan segenap kejeniusan mereka menyempurnakan teknologi pengendalian
jarak jauh. tahun 1959 mereka berhasil mengendalikan pesawat dengan
sukses ke bulan. Cukup wajar bagi mereka untuk mampu mengendalikan
kamera di bulan dari Bumi pada tahun 1965. Selain itu, teknologi kendali
jarak jauh luar angkasa pada prinsipnya lebih sederhana daripada
kendali jarak jauh bumi. Di bumi, kamu harus memiliki berbagai perangkat
tambahan karena bentuk permukaan bumi yang bulat. Di langit, gampang
saja, sinyal akan memancar lurus ke bulan. Dalam beberapa saat memang,
bulan tidak berada dalam jangkauan, dan karenanya pengendalian jarak
jauh pada benda di bulan harus direncanakan waktunya dengan teliti.
Tinggal landas Apollo dari bulan jelas direncanakan pada saat
pengendalian dari bumi bisa dilakukan langsung, saat bulan berada di
atas kepala, bukannya di sisi lain bumi.
Astronot banyak yang dibunuh karena terlalu banyak omong dan suka mengeluh
Siapa
saja namanya dan apa buktinya? Setau saya, astronot pastinya seorang
yang sangat patriotik. Lagi pula mereka pastinya memiliki disiplin
seperti militer. Tidak semestinya astronot banyak omong apalagi
membocorkan rahasia negara. Astronot bukan politisi anak bawang yang
baru belajar jadi menteri loh. Astronot diseleksi dengan hati-hati dan
biaya pendidikannya luar biasa besar. Kematian seorang astronot
merugikan negara sangat besar karena mereka adalah wakil negara.
Peluncuran Apollo 11
Bukti independen selain dari NASA mengenai tapak kaki di Bulan mana, citra teleskop misalnya?
Teleskop
optik untuk melihat jejak kaki di bulan masih belum cukup kuat. Hubble
terlalu kecil untuk membuat detil. Ia juga masih terlalu jauh dari
bulan. Bulan itu 382 ribu km jauhnya sementara Hubble hanya beberapa
ratus km di atas sana. Kecil sekali perbedaannya dengan melihat dari
Bumi.
Ini rumus dasar resolusi teleskop: R = 11.6 / D. R adalah ukuran sudut
benda dalam detik busur. Perhatikan satu lingkaran penuh itu 360
derajat, setiap derajat terbagi menjadi 60 menit busur, dan tiap menit
busur terbagi menjadi 60 detik busur. Jadi satu detik busur itu ukuran
yang sangat kecil. Bulan itu ukurannya 0.5 derajat dilihat oleh mata.
Itu ukuran yang sangat besar loh, sekitar 1800 detik busur. D adalah
diameter alat optik dalam satuan cm. Cermin Hubble sendiri ukurannya 240
cm. Masukkan dalam rumus tersebut dan anda dapatkan nilai R = 0.05
detik busur. Agar dapat terlihat jelas, minimal benda yang diamati harus
memiliki nilai 2R, yang berarti Hubble paling mampu mengamati benda
berukuran 0.1 detik busur.
Ini rumus
dasar resolusi benda dilihat dari jarak: (d / D) x 206265 = ?. Dimana d
adalah ukuran nyata dan D adalah jarak. Alpha adalah resolusi dalam
satuan detik busur. Masukkan ukuran tapak kaki di bulan. Menurutmu
berapa? Well, kita coba saja yang sedikit lebih besar. Lokasi pendaratan
Apollo. Lebarnya 4 meter. Jarak dari Hubble adalah 381 juta meter.
Hasilnya? Hanya sekitar 0.002 detik busur. Gak bakalan kelihatan oleh
Hubble. Perlu teleskop berukuran 50 kali Hubble untuk dapat melihat
dengan resolusi demikian dan ini masih diluar jangkauan rekayasa teknik
kita.
Pesawat tanpa awak Lunar
Reconnaissance Orbiter (LRO) tahun 2008 sudah ke Bulan untuk melakukan
penelitian lanjutan, tapi pesawat ini milik NASA juga. Mungkin anda
tidak akan percaya kalau potret-potret LRO membenarkan adanya pendaratan
manusia di bulan, seperti dalam citra ini.
Citra Modul Pendaratan Bulan yang ditinggalkan Apollo di sana dan dikunjungi oleh satelit LROC tahun 2008.
Sumber
independen mungkin adalah pesawat Kaguya milik JAXA, NASA nya Jepang.
Mereka juga membenarkan adanya lokasi pendaratan Apollo di Bulan. Lihat
dua potret ini, satu dari NASA dan satu dari JAXA.
Lokasi pendaratan Apollo 15 yang dipotret langsung dari lokasi oleh astronot NASA
Lokasi
pendaratan apollo 15 dipotret dari jarak jauh oleh satelit Kaguya milik
Jepang. Resolusi kamera Kaguya yang rendah membuat gambar batuan tidak
terlihat
Di waktu siang, suhu bulan bisa mencapai 137.7 derajat Celsius. Film dan benda lain yang dibawa astronot semestinya meleleh
Ya
kalau film kamera analog dibiarkan terbuka jelas dia meleleh. Semuanya
harus dilindungi dalam tabung pelindung. Selain itu, saat misi Apollo
mendarat, waktu yang dipilih selalu saat fajar atau tenggelam matahari.
Hasilnya suhunya tidak terlalu panas.
Bayangan foto astronot di bulan terlihat dari banyak sumber cahaya, seperti di studio TV!
Di
Bulan memang hanya ada satu sumber cahaya, yaitu Matahari. Tapi, para
astronot mengambil potret mereka di sebuah perbukitan yang diterangi
dengan baik. Coba tes sendiri. Berdiri di bawah sinar bulan purnama yang
belum tinggi. Berdirinya di atas bukit. Kontur permukaan yang turun
naik tidak beraturan menghasilkan banyak bayangan dari berbagai panjang.
Akibatnya muncul ilusi kalau ada banyak sumber cahaya, padahal hanya
satu. Ayolah, masak sih NASA sebodoh itu sampai masalah lampu pun lupa.
Bayangan di Bulan itu rumit karena tanah yang tidak beraturan, distorsi
lensa bersudut lebar, cahaya yang dipantulkan dari bumi dan debu bulan
sendiri.
Ruang Angkasa penuh meteor super cepat berukuran kecil yang dapat menghantam kapal dan membunuh astronot
Wah.
Ruang angkasa itu luaaaar biasa luasnya. Walaupun ada sejumlah kecil
meteor demikian di Tata Surya (kecepatannya bisa mencapai 190 ribu km
per jam loh), tapi besarnya ruang angkasa membuatnya sangat langka
ditemukan. Kemungkinan setiap 1 meter kubik ruang angkasa dilewati
meteor mikro demikian sangat mendekati nol. Selain itu, astronot juga
dibekali pakaian yang memuat lapisan kevlar untuk melindungi mereka dari
pecahan yang mungkin ditemui. Flare surya lebih langka lagi yang mampu
mencapai daerah persekitaran bumi dan bulan.
Saat modul bulan mendarat, mesinnya yang kuat tidak membuat bekas kawah yang dalam di permukaan bulan yang lembut
Lapisan
ini tipis. Di bawahnya adalah batuan yang keras. Jadi walaupun kaki
astronot berbekas, kaki modul bulan tidak dapat mencapai kedalaman yang
cukup untuk membuat kawah. Kalau anda lihat videonya, ada sebuah
hentakan yang menunjukkan kalau kaki modul tersebut terdorong balik
karena menghantam lapisan keras.
Rover bulan
Tidak mungkin mobil bulan sebesar itu dapat muat dalam modul pendaratan yang kecil
Bisa
saja. Mobil itu dibuat dengan jenius. Bahannya sangat ringan dan
rancangannya yang cerdas membuatnya bisa dilipat-lipat sehingga menjadi
berukuran sebesar tas.
Ruang angkas penuh dengan bintang-bintang. Tapi kenapa dalam foto dari bulan tidak kelihatan bintang
Ah.
Justru aneh kalau dalam foto kelihatan bintang. Coba saja kamu potret
temanmu di waktu malam dengan latar belakang bintang-bintang. Bintangnya
gak bakalan kelihatan. Hal ini karena kecemerlangan benda dekat kamera
yaitu permukaan bulan, menutupi cahaya dari bintang yang jauh. Itu
mengapa teleskop umumnya dibuat di puncak gunung untuk menghindari
polusi cahaya dari bumi, dan itu mengapa di kota yang terang benderang
tidak dapat dilihat bintang sementara di tengah laut dapat dilihat
dengan jelas.
Batu bulan lebih mirip dengan batuan dari Antartika
Presiden
Nixon memberi batu bulan pada 135 negara di dunia, termasuk Indonesia,
dan 50 negara bagiannya. Dilaporkan kalau presiden Nixon pernah
menawarkan presiden Indonesia dan negara lainnya “sepotong bulan sebagai
cenderamata” sebagaimana diberitakan dalamNew York Times, 28 Juli 1969, dan dikutip dalamAstronautics and Aeronautics, 1969: Chronology on Science, Technology, and Policy,
NASA SP-4014 (Washington, 1970), halaman. 249. Sayangnya tidak
diketahui sekarang dimana rimbanya batu bulan pemberian Nixon tersebut
pada negara Indonesia. Mungkin sekali batu tersebut disimpan di Museum
Batu Bulan milik UPT Museum Propinsi Bangka Balitung di Pulau Balitung.
Hal ini diperkuat keterangan majalah Tempo kalau Presiden Nixon dalam
kunjungannya tanggal 27 – 28 Juli 1969 menyempatkan diri berkunjung ke
museum ini.
Banyak batu ini yang
hilang karena berbagai sebab. Tapi selama 40 tahun, para ilmuan yang
beruntung terus mempelajari batuan bulan ini dan menyimpulkan kalau
mereka benar dari bulan.
Sekarang
anda lihat, sepertinya klaim kalau bulan tidak pernah disentuh Neil
Armstrong ini diajukan oleh anak kecil yang tidak tau sains daripada
para pakar fotografi, astronomi atau fisika. Ayolah, paling gak sebelum
mengkritik ada bekal pengetahuan yang cukup gitu.
Jadi, apakah Neil Armstrong pernah mendarat di Bulan? Jawabannya Ya!
NASA memprediksi bumi akan gelap selama 3 hari di 23 desember - 25
desember 2012. Apakah ini suatu bencana atau malah anugrah? Lebih baik
kita bersiap.....benar atau tidak semua adalah prediksi manusia. Berikut
adalah berita yang telah banyak beredar di internet.
Entah benar atau tidak, sebaiknya bersiap"lah, Jangan panik, tetap
tenang, dan berdoalah. Ingatlah untuk lebih banyak senyum, lebih banyak
mencintai, lebih banyak memaafkan.. setiap hari. Akan lebih baik untuk
menghindari perjalanan jauh sepanjang bulan Desember 2012. NASA
memperkirakan kegelapan total pada 23-35 Dec 2012 pada saat "sejajarnya
alam semesta". Ilmuan US memperkirakan perubahan alam semesta, kegelapan
total pada planet (bumi, red) selama 3 hari dimulai pada 23 Des 2012.
Ini bukanlah akhir dari dunia, ini adalah "kesejajaran alam semesta",
dimana matahari dan bumi akan berada pada satu garis lurus untuk pertama
kalinya. Bumi akan bertukar tem,pat dari dimensi ke 3 ke dimensi 0,
lalu bertukar lagi ke dimensi ke 4. Selama perpindahan ini, seluruh alam
akan menghadapi perubahan besar, dan kita akan melihat Dunia yang
benar" baru. (mungkin dimensi disini lebih ke arah posisi bumi kali yee )
Kegelapan selama 3 hari ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 23,
24 dan 25 Des, Selama kejadian ini terjadi, ketenangan adalah hal yang
sangat dibutuhkan, saling peluk satu sama lain, berdoa, dan terus
berdoa. Beristirahatlah selama 3 hari ini. Dan mereka yang bertahan akan
menghadapi Dunia yang benar" baru ... bagi mereka yang tidak bersiap"
akan banyak yang mati karena rasa takut. Berbahagialah, nikmati waktu
yang ada mulai dari sekarang. Jangan khawatir, dan berdoalah kepada
Tuhan setiap hari. Banyak sekali pembahasan tentang apa yang akan
terjadi di tahun 2012, tapi banyak yang tidak percaya, karena mereka
takut akan menciptakan kepanikan dan ketakutan pada semua orang. Kita
tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, tapi saya rasa tidak akan sia"
untuk mempercayai NASA tentang persiapan yang harus dilakukan.
Sumber : http://histogramatic.blogspot.com/2012/11/kesejajaran-alam-2012.html